Selasa, 12 Mei 2015
TERAPI
Nama : Yudi Prayoga
Nim : 1131040192
Semester IV TP E
A. TERAPI
1. Psikoterapi
Psikoterapi adalah proses yang digunakan profesional dibidang kesehatan mental untuk membantu mengenali, mendefinisikan, dan mengatasi kesulitan interpersonal dan psikologis yang dihadapi individu dan meningkatkan penyesuaian diri mereka yang berkaitan dengan pikiran, kejiawaan (rasa), emosional, dan mental (perilaku), dengan metode sugesti, nasihat, hiburan, hypnosis, dsb.
2. Psikologi
Ilmu yang mempelajari tentang perilaku-perilaku yang timbul dari gejala kejiwaan
3. Psikolog
Psikolog adalah seorang yang ahli dalam bidang tingkah laku dan proses mental. Baik normal maupun abnormal. Dan biasanya metodenya dengan pendekatan social.
4. Psikiatri
Psikiatri adalah orang yang ahli dalam terapis penyakit jiwa (kejiwaan).
5. Konselor
Konselor adalah orang yang melayani konseling dengan nasihat, pengarahan dan penyuluhan. Konselor menggunakan metode konseling dan membimbing serta bertugas menangani manusia yang masih normal tetapi memiliki masalah yang harus dipecahkan. Pendekatan konselingnya menggunakan pendekataan keagamaan.
6. Konseling
Pemberian bimbingan oleh konselor kepada klien dengan berbagai metode psikologi sehingga kemampuan diri sendiri meningkat, dan yang lebih berperan aktif adalah klien-nya.
B. MADZAB PSIKOLOGI KLASIK
1. Psikoanalisa
Perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga sub-sistem keperibadian manusia : Id, Ego & Superego. Id bagian keperibadian yang meyimpan dorongan biologis manusia. Ego berfungsi menjembatani tuntutan Id dengan realitas dunia luar. Ego mediator hasrat=hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realitas. Superego, adalah hati nurani (conscience) merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural.
2. Behaviorisme
Perilaku ditentukan oleh apa yang telah dipelajari sebelumnya. Perilaku juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.
3. kognitif
Perilaku manusia di pandang sebagai produk strategi pengolahan informasi yang rasional, yang mengarahkan penyandian, penyimpanan, dan pemanggilan informasi. Melalui sensasi persepsi dan berpikir.
4. Humanistik
Perilaku manusia selalu baik, psikologi humanistik berpendapatbahwa pada diri manusia memiliki potensi kebaikan, seperti: rasa kasih sayang (afektif), rasa tanggungjawab, aktualisasi diri, kecerdasan , jadi aliran ini lebih fokus kepada kualitas-kualitan insani.
5. Transpersonal
Perilaku pada diri manusia memiliki dua potensi: pertama, potensi tertinggi (hight potentials) dan fenomena kesadaran (the altered states of consciousness). Psikologi ini lebih pada kesadaran transenden dan fenomena kesadaran.
C. PSIKOLOGI POS-MODERN
1. Art Teraphy
Art therapy yang dalam bahasa Indonesia disebut terapi seni merupakan terapi yang menggunakan seni sebagai alat atau sarana untuk mengekspresikan diri, terutama bagi orang-orang yang sulit mengkomunikasikan diri secara verbal, membantu proses penyembuhan penyakit dan gangguan secara mental atau emosional, serta membantu meraih wellness.
Ekspresi Kemampuan Motorik
Fasilitas Ekspresi
1. Kerja seni memberikan wilayah ambigu sehingga memunculkan multi dimensi ekspresi yang secera verbal tidak dapat diungkapkan, dan
2. Alat seni membantu mengungkapkan hal tersebut. (Tessa and Dalley, 1992)
Terapan
Menurut Sourby (2006) ada 6 manfaat dari penerapan terapi seni, yaitu:
1. Menstrimulasi partisipasi yang aktif.
2. Mendorong untuk mempelajari hal dan fungsi yang baru.
3. Mendorong munculnya kesempatan untuk sukses, menjadi positif dan menyenangkan didalam sosialisasi.
4. Meningkatkan kemandirian dan arah diri.
5. Meningkatkan kesadaran diri, dan
6. Memperkuat memori
Proses Terapi
1. Proses terapi seni melibatkan rangkaian integrasi energi yang di lepaskan oleh klien sebagai hasil dari interaksi dengan terapis. (Cox 1978)
2. Tujuan utama dari terapi seni adalah faslitasi keterikatan kembali dengan masa lalu untuk di keluarkan.
3. Proses fasilitasi ini membutuhkan kemampuan terapis untuk menerima dan mentoleransi semua hal yang terjadi selama proses terapi. (Tessa and Dalley, 1992)
Keunggulan dan Kelemahan Terapi Seni
A. Kelebihan
• Memberikan rasa nyaman kepada pasien.
Dengan terapi seni, pasien dapat menuangkan apapun yang ada dalam pikirannya saat ini, perasaannya hingga hal-hal yang tidak dapat dikatakan secara langsung tanpa takut karena pasien tidak perlu berkomunikasi langsung yang dapat membuatnya merasa tidak nyaman.
B. Kelemahan
1. Interpretasi image yang dibuat.
Tidak semua gambar yang dihasilkan dari terapi seni dapat digunakan untuk interpretasi, bisa saja tidak bermakna apa-apa.
2. Waktu.
Waktu yang digunakan untuk terapi tidak dapat diketahui secara pasti, bisa lama bisa juga hanya memerlukan waktu sebentar.
3. Ruangan.
Untuk melakukan terapi seni diperlukan ruangan khusus sehingga pasien akan merasa nyaman.
Ragam Terapi
1. Terapi seni dalam melukis atau menggambar.
2. Terapi seni dalam dance atau menari, dan
3. Terapi seni dalam memainkan alat musik, atau menyanyi.
Dari ketiga ragam terapi tersebut dapat diberikan sesuai kebutuhan atau juga bisa sesuai minat dari pasien yang akan diberikan terapi karena belum tentu mereka akan menyukai terapi seni yang ditentukan oleh psikolog.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar