AKU MENGHADAP
oleh: Yudi Prayoga
Wahai Engkau
Oh Engkau
Ya Engkau
Yang selalu menghibur jiwaku dikala duka meliputi
Yang memberikan obat dikala sakit menghampiri
Yang terus menemani dikala dunia mulai menyepi
O Engkau, Engkaulah permata yang kumiliki
Yang konsepsi tak sanggup mengangan-angan
Yang angan-angan tak sampai merasakan
Yang merasa tak dapat menyatukan
Mengunjungi setiap putaran waktu ada
Mengetuk rasa yang terlena
Menyadarkan jiwa yang tergoda
Maka kepada-Mu kuhadapkan rasa pasrah
Kuhadapkan sujud sembah, kupanjatkan doa yang tergugah
Dengan keRahmanan-Mu, rasa yang kekal, kuletakkan mesraku
Dalam keabadian hidup bersamaMu
Kecuali, wahai Sultan, bila pernak memalingkan mata
Bila pernik menyumbatkan telinga
Tolonglah dia yang membawa kabar
gembira dari-Mu
Meski tanpa seru kasih-Mu, bagi telingaku, lebih merdu dari pada lagu-lagu
Meski tanpa panggil sayang-Mu, lebih indah dari pada kata-kata yang merayu
Walau karunia, yang tak pernah berhenti menawarkan singgasana
Walau keutamaan tak pernah berhenti merayukan kemesraan cinta
Walau harta benda yang tersembunyi di hadapkan, dan permata dari cahaya di
lihatkan
Aku akan bersujud dengan seluruh ruh, jiwa, raga, dan rasa ku
Kan kuletakkan wajah pada tanah berdebu, pada air yang melaju, pada angin
yang berlalu, pada api yang menyeru
Aku akan berseru ”Cintalah yang menundukanku dalam damba” dan “karna
Cintalah yang Mengadakan aku tetap ada,
untuk-Nya”
9 mei 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar